Postingan

3.3.a.10 Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid

Gambar
  https://drive.google.com/file/d/1y2Tz8zxdl3CMcTjZUikK8qRdXk8e1Ptz/view?usp=sharing https://www.kompasiana.com/aisyiahwidiastuti1979/62c9a8ee1cc83d1b76354f52/pengelolaan-program-berdampak-pada-murid  Penanaman Seribu Limer   (lidah Mertua/sanseviera)   Hempas Polusi dan Radiasi   1.     FACT (PERISTIWA) Latar belakang S MA Negeri 1 Pringsurat adalah sebuah sekolah yang berada didaerah pedesaan merupakan SMA Negeri termuda yang berada di kabupaten Temanggung.   SMA Negeri 1 Pringsurat sebagai sebuah komunitas memiliki aset-aset   yang menjadi sumber daya sekolah, salah satunya adalah modal lingkungan/ alam yaitu lahan sekitar sekolah yang cukup luas. Pemanfaatan lahan yang optimal diharapkan dapat menjadi laboratorium alam dan juga sebagai tempat praktik langsung siswa sehingga mendukung proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang bermakna. Selain itu karena letak sekolah didaerah industri (sekitar pabrik kayu) juga mempunyai...

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

            Guru sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan yang bijaksana di kelas maupun di sekolahnya. Pengambilan keputusan harus selaras dengan peran sebagai seorang pamong yang menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak. Dalam proses menuntun, anak diberi kebebasan tetapi juga diberi arahan agar anak tidak kehilangan arah dan tidak membahayakan dirinya. Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Patrap Triloka sehubungan dengan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, yaitu seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat memberi contoh yang baik bagi anak didiknya. Ing Madya Mangun Karsa, yaitu seorang guru sebagai pemimpin harus dapat memberikan bimbingan dan bekerja sama dengan muridnya. Tut wuri Handayani   yaitu   seorang   guru sebagai pemimpin harus   dapat memberi dorongan dan kesempatan kepada muridnya untuk mengembangkan pote...

Bijak menghadapi Dilema Etika dan Bujukan Moral

  3.1.a.6 REFLEKSI TERBIMBING PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN “ Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis ” Maksud kutipan diatas menurut saya adalah bahwa Pendidikan mempunyai tujuan untuk membantu manusia menemukan hakikat dirinya sebagai manusia seutuhnya. Pendidikan bukanlah bersifat kaku akan tetapi mengikuti kodrat manusia itu sendiri untuk menjadikan dirinya menyadari mengenal dan memahami realita yang ada hingga berlaku sesuai realita kehidupan disekitarnya. Mampu menghadapi tantangan zaman menggunakan segnap potensi yang dimilikinya. Potensi-potensi yang diperoleh dari pendidikan mampu mengantarkan manusia untuk mengambil tindakan sesuai realita.   Bijak menyikapi Dilema Etika Vs Bujukan Moral   1.            Bagaimana/sejauh mana pemahaman anda tentang konsep-konsep yang telah anda pelajari di Modul ini, yaitu dilemma etika dan bujukan moral, 4 pa...

MENANAMKAN BUDAYA POSITIF MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gambar
  A.   LATAR BELAKANG Budaya positif di sekolah dapat ditumbuh kembangkan melalui pembiasaan-pembiasaan. Pembiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter baik pada siswa. Salah satu penanaman karakter baik yaitu dengan menumbuh   kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Aksi nyata yang akan dilakukan oleh guru penggerak disini adalah menanamkan budaya positif melalui gerakan literasi sekolah. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik (Kemendikbud, 20...