3.3.a.10 Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid
https://drive.google.com/file/d/1y2Tz8zxdl3CMcTjZUikK8qRdXk8e1Ptz/view?usp=sharing
https://www.kompasiana.com/aisyiahwidiastuti1979/62c9a8ee1cc83d1b76354f52/pengelolaan-program-berdampak-pada-murid
Penanaman
Seribu Limer (lidah Mertua/sanseviera)
Hempas Polusi dan Radiasi
1. FACT (PERISTIWA)
Latar
belakang
SMA Negeri 1
Pringsurat adalah sebuah sekolah yang berada didaerah pedesaan merupakan SMA
Negeri termuda yang berada di kabupaten Temanggung. SMA Negeri 1 Pringsurat sebagai sebuah
komunitas memiliki aset-aset yang
menjadi sumber daya sekolah, salah satunya adalah modal lingkungan/ alam yaitu
lahan sekitar sekolah yang cukup luas. Pemanfaatan lahan yang optimal
diharapkan dapat menjadi laboratorium alam dan juga sebagai tempat praktik
langsung siswa sehingga mendukung proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang
bermakna. Selain itu karena letak sekolah didaerah industri (sekitar pabrik kayu)
juga mempunyai tujuan untuk mengurangi dampak polusi udara maka pengelolaan
lahan kosong dengan penanaman tanaman hijau diharapkan mampu memberikan
kontribusi yang positif.
Tanaman hias selain memberikan keindahan juga
dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pencemaran udara. Menurut
Yuningsih (2014) Salah satu tanaman yang mempunyai potensi menurunkan kadar
karbonmonoksida dan dan timbale untuk mencegah pencemaran udara adalah sansevieria atau lebih dikenal dengan
lidah mertua. Riset lainnya menyatakan menyimpulkan bahwa 5 helai daun sansevieria dewasa mampu menyerap dan
membersihkan 100 m2 ruangan dari berbagai jenis polutan
(Novik,2013)
Tujuan
Aksi nyata ini
bertujuan mewujudkan kepemimpinan murid dalam memanfaatkan modal lingkungan/
alam yang dimiliki sekolah secara optimal untuk menumbuhkan budaya positif pada
siswa seperti kerjasama, disiplin, sabar, mandiri dan sikap mencintai
lingkungan. Selain itu juga untuk menambah keindahan sekolah dan mengurangi
polusi udara dilingkungan sekolah. Aksi nyata ini dilakukan dengan
mempertimbangkan lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid, yaitu Lingkungan yang
menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan
merasakan emosi yang positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk
memberikan pengaruh positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya.
Melalui Tahapan BAGJA pada saat diskusi siswa akan
memberikan suara (Voice) kemudian
siswa yang menentukan untuk memilih (Choice) menanam lidah mertua di
lahan tersebut. Masing-masing kelas mempunyai tanggung jawab untuk menanam
lahan kosong disekitar kelasnya dengan design sesuai minat masing-masing
kelas (Ownership).
Linimasa Tindakan
Yang akan dilakukan
- Melakukan identifikasi
keberadaan lahan yang masih kosong di sekitar sekolah
- Melakukan diskusi dengan
kepala sekolah dan rekan sejawat untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai
bahan penunjang pembelajaran dan menganlisis bersama tentang jenis tanaman
yang cocok serta bermanfaat untuk mengisi lahan kosong tersebut
- Menganalisis apa hal baik yang sudah
dilakukan sekolah terhadap lahan kosong selama ini
- Memetakan lahan kosong
sebelah mana yang perlu dimanfaatkan terlebih dahulu
- Berdiskusi dengan siswa
melalui MPK dan pengurus OSIS untuk bersama-sama menganalisis kemampuan
siswa dalam mengolah lahan, menampung usulan siswa dan mendiskusikan
bersama untuk mencapai mufakat.
- Mengusulkan kepada
kepala sekolah dan pihak sekolah untuk memasukkan kegiatan pemanfaatan
lahan kosong dalam kegiatan rutin bulanan jumat hijau
- Membagi lahan kosong
disekitar kelas menjadi tanggung jawab kelas masing-masing
- Berkoordinasi dengan
wali kelas dan ketua kelas untuk membantu mengkoordinator perawatan
keberlangsungan program taman sansevieria
- Melakukan monitoring
secara terus menerus kegiatan pemanfaatan lahan kosong dengan penanaman
sansevieria.
- Melaksanakan program
yang telah direncanakan.
Dukungan Yang
Dibutuhkan
- Alat dan bahan
Peralatan menanam,
bibit tanaman sanseviera, dan pupuk.
- Pihak yang dibutuhkan
melakukan tindakan
Siswa, dukungan
orangtua, kepala sekolah dan guru serta semangat untuk terus melakukan
perubahan
Deskripsi kegiatan
Sebelum memulai kegiatan, CGP
melakukan komunikasi dengan rekan sejawat dan kepala sekolah tentang lahan
kosong yang masih banyak tersebar di area sekolah. Kemudian melakukan diskusi
dengan siswa melalui MPK dan pengurus OSIS untuk mengakomodasi keinginan dan
minat siswa dalam pengelolaan lahan kosong. Membuat desain rencana bersama
siswa tentang jenis tanaman, bagaimana pengelolaan dan perawatan tanaman yang
akan digunakan untuk memanfaatkan lahan kosong. Setelah rencana matang kemudian
mengkomunikasikan kepada sekolah untuk memasukkan rancangan kegiatan pada
kegiatan ko-kurikuler tiap hari jumat sebulan sekali yaitu agenda jumat hijau.
Perawatan menjadi tanggung jawab masing-masing kelas, design penanaman dan
pengelolaan dikelola oleh masing-masing kelas dengan penanggung jawab ketua
kelas dan didampingi walikelas. Kegiatan awal dimulai dengan percontohan yang
dilakukan oleh pengurus OSIS, untuk kegiatan lanjutan akan dilaksanakan ketika
murid sudah aktif KBM.
Dokumentasi
Kegiatan :
1. Komunikasi dengan
kepala sekolah.

2. Komunikasi bersama
rekan sejawat.

3. Diskusi dengan MPK
dan pengurus OSIS.

4. Lahan Kosong.

5. Mulai penanaman
Lahan Kososng dengan sansievera.
2.
FELLINGS
(PERASAAN)
Perasaan yang saya
ketika merencanakan program bersama murid adalah bersemangat, optimis dan
bahagia karena murid-murid bahkan rekan sejawat menyambut positif perencanaan
program ini. Selain itu saya merasa yakin program ini akan mendorong
kepemimpinan murid, memanfaatkan aset sekolah serta berkontribusi positif untuk
mengatasi permasalahan tentang polusi udara. Persaan saya ketika menjalankan
program saya merasa sangat antusias, walapun baru dimulai percontohan oleh
sebagian MPK dan pengurus OSIS kedepannya untuk penanaman 1000 lidah mertua
pasti akan berhasil, karena selain mudah didapat, mudah dikembangkan dan mudah
dirawat tanaman lidah mertua mempunyai banyak manfaat yang nantinya bisa dilakukan
program lanjutan setelah siswa aktif masuk tahun ajaran baru. Untuk kedepannya
saya yakin program penanaman 1000 lidah mertua akan berhasil dan banyak
memberikan manfaat bagi sekolah dan pembelajaran serta siswa.
3.
FINDING
(PEMBELAJARAN)
Pembelajaran yang didapatkan dari
aksi nyata adalah kepemimpinan murid, dalam menentukan program untuk
memanfaatkan sumber daya sekolah (lingkungan) yaitu lahan kosong untuk
dimanfaatkan mengatasi polusi udara dan juga radiasi. Selain itu juga
menanamkan jiwa kegotong royongan, mandiri, kreatif dan peduli lingkungan. Ini
sangat bermanfaat untuk menumbuhkan profil pelajar pancasila bagi siswa.
Sebagai guru saya bisa mengembangkan pembelajaran yang merdeka bkan hanya
didalam intrakurikuler tetapi juga kegiatan kokurikuler, menyusun kegiatan
melalui tahapan BAGJA dan juga mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada
murid.
4.
FUTURE (PENERAPAN
KEDEPAN)
Rencana perbaikan kedepan
adalah untuk melakukan evaluasi, pendampingan dan juga refleksi terhadap
kegiatan yang sudah dilakukan. Selain itu akan mencari manfaat lain yang bisa
diolah dari tumbuhan lidah mertua (sanseviera), kemudian mengembangkannya. Hal
ini bertujuan untuk terus melestarikan hidup dan berkembangnya sansievera di
lingkungan sekolah mengingat banyak manfaatpositif yang didapatkannya.
Kolaborasi antara seluruh warga sekolah untuk mengembangkan program ini menjadi
salah satu program kokuririkuler andalan sekolah.
Daftar Pustaka
-
Modul
3.2 Pendidikan Guru Penggerak-Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
-
Novik
Kurnianti. Pada Friday , October 18 , 2013 teknik menanam tanaman hias
sansevieria
-
Yuningsih,
Lela murkhimah . 2014 “sansevieria trifacciata properties as Lead (II) Ion Biosorbent “ Makara Journal of science
18(2): 59-64
Komentar
Posting Komentar