MENANAMKAN BUDAYA POSITIF MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH
A. LATAR BELAKANG
Budaya positif di sekolah dapat ditumbuh kembangkan melalui
pembiasaan-pembiasaan. Pembiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan
membentuk karakter baik pada siswa. Salah satu penanaman karakter baik yaitu
dengan menumbuh kembangkan budi pekerti
peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan
dalam gerakan literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Aksi
nyata yang akan dilakukan oleh guru penggerak disini adalah menanamkan budaya
positif melalui gerakan literasi sekolah. Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas
melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis,
dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang
dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik
(Kemendikbud, 2016).
Jadi literasi memiliki makna dan
implikasi dari keterampilan membaca dan menulis dasar ke pemerolehan dan
manipulasi pengetahuan melalui teks tertulis, dari analisis metalinguistik unit
gramatikal ke struktur teks lisan dan tertulis, dari dampak sejarah manusia ke
konsekuensi filosofis dan sosial pendidikan barat (Goody & Watt, 1963).
Bahkan perubahan evolusi manusia merupakan dampak dari pemikiran literasi
(Donald, 1991).
B.
TUJUAN
Tujuan gerakan
literasi sekolah yang akan dilakukan disini meliputi tujuan umum dan juga
tujuan khusus.
Tujuan Umum :
Menumbuhkan budaya
positif dengan gerakan literasi sekolah.
Tujuan Khusus :
Menjadikan sekolah
sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu
mengelola pengetahuan.
C.
TIME
SCHEDULE
Linimasa tindakan yang akan dilakukan :
Minggu ke 3- 4 Bulan
Desember (20 s.d 31 Desember 2021)
1. Guru menyampaikan program literasi dengan menggunakan aplikasi WA.
2. Guru dan siswa berdiskusi melalui Gmeet tentang pelaksanaan program literasi yang akan diterapkan.
3. Siswa berpraktik konkrit di lingkungan rumahnya.
Minggu ke 1 Bulan Januari tahun
2022
4. Jika kondisi pembelajaran tatap muka mulai Januari diberlakukan kembali maka guru dan siswa mulai menjalankan program literasi yang wajib dilakukan 15 menit setiap jam ke nol hari jumat (07.00-07.15)
5. Siswa dan guru berpraktik membiasakan diri melakukan berbagai literasi dalam keseharian (membaca, menulis)
Minggu ke 2 bulan Januari tahun
2022
6. Siswa membuat laporan dengan tema : Ketika aku membiasakan literasi maka aku ….
7. Guru dan siswa merefleksi praktik baik gerakan literasi melalui pola yang telah dibuat
D.
DUKUNGAN
YANG DIBUTUHKAN
Dukungan
yang dibutuhkan dalam melakukan program kegiatan literasi sekolah adalah :
- Semangat
siswa
- Dukungan
orang tua siswa
- Dukungan
dan ijin dari Kepala Sekolah
- Teman
sejawat
- Lingkungan
sekitar sekolah
E.
DESKRIPSI
AKSI NYATA
CGP melihat
kondisi sekolah masih dalam situasi pandemik dan sekolah masih melakukan PTM
terbatas, selain itu bertepatan dengan tugas modul 1.4 dengan waktu siswa memasuki masa liburan semester gasal, sehingga
koordinasi awal untuk penanaman budaya positif dilakukan melalui daring, yaitu
komunikasi di grup Whatshap kelas. Untuk lebih memperjelas maka CGP mengajak
siswa melakukan pertemuan virtual melalui Gmeet dengan waktu yang telah
disepakati di Grup WA. Dalam pertemuan virtual Gmeet maka siswa dan guru
mempunyai kesepakatan yang selanjutnya menjadi keyakinan kelas untuk melakukan budaya positif yaitu literasi.
Menanamkan budaya positif melalui gerakan literasi yang disebut dengan SABU
SABU. Sabu sabu disini diartikan sebagai satu bulan satu buku, dimana
siswa diwajibkan membaca buku apapun sesuai dengan minat siswa, sebagai pilihan
siswa bisa membaca buku fiksi ataupun nonfiksi. Setelah membaca buku dalam satu
bulan siswa menyetorkan resum dari hasil buku yang dibacanya. Adapun langkah
aksi nyata yang dilakukan :
- Meminta
izin kepala sekolah
- Berkomunikasi
dengan murid melalui grup whatsap
- Membuat
keyakinan kelas dengan murid
- Berkoordinasi
dengan petugas perpustakaan untuk peminjaman buku oleh siswa
- Berkoordinasi
dengan guru bahasa Indonesia tentang program literasi yang akan
dijalankan.
- Mengkomunikasikan
dengan rekan guru dan warga sekolah tentang program literasi sekolah yang
akan dijalankan sebagai wujud penanaman budaya positif disekolah
- Mengkomunikasikan
program literasi kepada wali murid untuk melakukan pendampingan tentang
aksi literasi yang dilakukan siswa dirumah selama masa liburan.
- Setelah
siswa masuk sekolah kembali (awal semester 2) mulai melakukan pendampingan
bagi siswa dalam melakukan literasi membaca dan mengingatkan untuk membuat
resum dari program SABU SABU
9.
Setelah berjalan satu
minggu melakukan tagihan kepada siswa untuk mengumpulkan hasil resum dari buku
yang dibaca. Siswa membuat laporan dengan tema : Ketika aku membiasakan
literasi maka aku ….
- Mengkomunikasikan
hasil literasi yang dilakukan siswa kepada warga sekolah (kepala sekolah,
rekan guru dan wali murid)
- Melakukan
refleksi dari program yang telah dilakukan, melakukan evaluasi dan
rancangan tindak lanjut
F.
INDIKATOR
KEBERHASILAN
Indikator keberhasilan dari penanaman budaya positif dengan
gerakan literasi sekolah antara lain :
1.
Siswa
mampu menjadikan literasi sebagai pembiasaan dalam pembelajaran dan juga dalam
kehidupan sehari-hari
2.
Seluruh
warga sekolah sadar dan menjadikan literasi sebagai pembiasaan dalam
menumbuhkan karakter baik.
3.
Seluruh
warga sekolah mampu menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan
dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
G.
TANTANGAN
KEGIATAN
Tantangan
yang dihadapi dalam program penanaman budaya positif melalui kegiatan literasi
sekolah adalah :
1.
Karena pelaksanaan
aksi nyata bertepatan dengan hari libur semester ganjil, maka murid sedang
menjalankan liburan sekolah, sehingga kendala tatap muka ataupun komunikasi
daring mengalami hambatan. Hal ini dikarenakan siswa ada yang sedang liburan
keluar kota, atau membantu orangtuanya bekerja. Proses pemantauan pelaksaan
literasi di rumah juga mengalami kekurang lancaran, untuk mengatasi hal
tersebut maka guru meminta bantuan wali murid untuk mendampingi siswa
menjalankan literasi dirumah.
2.
Untuk melakukan
sosialisasi kepada rekan sejawat dan warga sekolah juga mengalami sedikit
hambatan karena berlakunya 50% guru WFO sedangkan 50% lainnya melakukan WFH
sehingga intensitas bertemunya juga berkurang, untuk mengatasi hal ini maka CGP
melakukan sosialisasi pada saat rapat dinas pembagian tugas, dimana pada saat
itu semua guru masuk untuk mengikuti rapat dinas.
H. PROGRAM TINDAK LANJUT
Dari
hasil refleksi dan evaluasi yang dilakukan oleh CGP, maka langkah selanjutnya
yang akan CGP lakukan adalah mengusulkan kepada sekolah melalui kepala sekolah
untuk menjadikan literasi sebagai program sekolah. Dengan membuat rancangan SABU SABU sebagai program kerja di
Semester Genap tahun ajaran 2021/2022. SABU SABU yang dimaksud adalah satu
bulan satu buku, dimana siswa membaca satu buku selama satu bulan dan membuat
laporan dibulan berikutnya. Program literasi ini dilakukan pada jam pelajaran
ke nol (07.00-07,15) dihari jumat minggu keempat (satu bulan satu kali) dengan
memberikan instruksi kepada siswa melalui wali kelas untuk membaca buku apapun
atau membaca apapun dari berbagai media sebagai sumbernya, pada jumat bulan
depannya siswa mengumpulkan laporan hasil literasi yang dilakukannya. Untuk
lebih menariknya maka program literasi ini dengan menggunakan slogan DENGAN LITERASI AKU MAKIN BERISI. Hal
ini diharapkan literasi akan menjadi budaya dan keyakinan sekolah serta seluruh
warganya karena banyak sekali manfaat dari literasi yang akan didapatkan.
Selain itu diharapkan kedepannya sekolah bisa mengembangkan program literasi
yang lebih bermanfaat bagi seluruh warga sekolah. hal ini sesuai dengan tujuan
literasi yaitu untuk ;
· Membantu meningkatkan pengetahuan siswa
dan seluruh warga sekolah dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.
· Membantu meningkatkan tingkat pemahaman
seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca.
· Meningkatkan kemampuan seseorang dalam
memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis.
· Membantu menumbuhkan dan mengembangkan
budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang.
· Meningkatkan nilai kepribadian seseorang
melalui kegiatan membaca dan menulis.
· Menumbuhkan dan mengembangkan budaya
literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.
· Membantu meningkatkan kualitas penggunaan
waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat.
Selain tujuan baik
diatas literasi juga mempunyai manfaat, diantaranya :
·
Menambah perbendaharaan kata dan kosa kata
seseorang.
·
Mengoptimalkan kinerja otak karena sering
digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis.
·
Mendapat berbagai wawasan dan informasi
baru.
·
Kemampuan interpersonal seseorang akan
semakin baik.
·
Kemampuan memahami makna suatu informasi
akan semakin meningkat.
·
Meningkatkan kemampuan verbal seseorang.
·
Meningkatkan kemampuan analisis dan
berpikir seseorang.
·
Membantu meningkatkan daya fokus dan
kemampuan konsentrasi seseorang.
· Meningkatkan kemampuan seseorang dalam
merangkai kata yang bermakna dan menulis.
Oleh karena hal-hal
diatas maka CGP sangat berharap program Literasi sekolah dapat dijalankan.
I. HASIL AKSI NYATA
Hasil
aksi nyata yang telah dilakukan oleh CGP :
1.
Berkoordinasi dengan
kepala sekolah untuk meminta izin melakukan aksi nyata :


2.
Berkomukasi dengan
siswa melalui WA Grup

3.
Berkomunikasi melalui
pertemuan virtual Gmeet Untuk menghAsilkan kesepakatan budaya positif yang akan
diterapkan :


4.
Mengkoordinasikan
dengan wali murid tentang kegiatan literasi yang dilakukan oleh murid dirumah.


5.
Memonitoring
pelaksanaan literasi
Laporan terlampir


A.
Dengan literasi akan membuka cakrawala pengetahuan kita
BalasHapus